Tuesday, September 21, 2021
Home Lifestyle TV Analog Mulai Dihentikan, Ini Cara Pindah ke TV Digital

TV Analog Mulai Dihentikan, Ini Cara Pindah ke TV Digital

Berita teknologi – Masyarakat Indonesia yang menyenangi siaran televisi lambat laun akan beralih ke siaran televisi digital. Pemerintah juga telah menetapkan batas wilayah untuk menghentikan siaran TV analog.

Daerah-daerah tersebut berada di provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk melakukan ini, ketahuilah di mana Anda tinggal untuk memahami panggung Anda.

Pelajari update program siaran TV digital yang akan dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara bertahap. Nantinya para penyiar TV akan beralih dari TV analog ke TV digital.

Lantas, bagaimana cara melakukan migrasi atau migrasi dari TV analog ke TV digital? apa manfaatnya? Tenang, mereka tidak perlu melakukan perubahan pada TV baru untuk TV yang belum memiliki saluran penerima siaran TV digital.

Mengutip dari @siarandigitalindonesia, ada dua solusi untuk melakukannya:

1. TV Analog melalui set-top box (STB) atau dekorder

2. Penerima TV Digital DVB-T2

bagaimana itu

-Pastikan ada siaran TV digital di daerah Anda

-Gunakan antena rumah tangga biasa, yaitu antena UHF atau antena dalam ruangan

-Pastikan TV Anda dilengkapi dengan penerima siaran digital DVB-T2

-Jika TV hanya dapat menerima siaran analog melalui set-top box (STB)

-Pilih pengaturan/opsi pengaturan setelah menghubungkan perangkat TV

-Pilih Pemindaian Otomatis untuk memindai program siaran TV digital

-Untuk beberapa jenis dekorator/dekoder, pengguna akan diminta memasukkan kode pos wilayahnya.

Manfaat yang diperoleh setelah penerapan siaran TV digital adalah peningkatan kualitas audio visual, kebersihan gambar dan kejernihan suara meningkat dan berlipat ganda dengan munculnya teknologi digital.

Mengutip Kompas Migrasi, siaran TV analog ke TV digital seperti ini sudah sesuai dengan peraturan Nomor 11 Tahun 2020 tentang penciptaan lapangan kerja.

Tahap pertama, siaran TV analog akan dihentikan paling lambat pada 17 Agustus 2021, dan proses transisi akan dimulai sekarang.

Paling lambat 2 November 2022, siaran TV analog akan dihentikan total.

Artinya, orang yang tidak segera bermigrasi ke TV digital atau memasang set-top box (STB) DVBT2 tidak akan dapat menikmati siaran di TV.

Di Indonesia, migrasi dari TV analog ke TV digital dilakukan secara bertahap.

Dalam Peraturan Menko No. 6 Tahun 2021, penghentian siaran TV analog dibagi menjadi 5 tahap:

Tahap 1 paling lambat 17 Agustus 2021

Tahap kedua: paling lambat 31 Desember 2021

Tahap ketiga: paling lambat 31 Maret 2022

Tahap 4: paling lambat 17 Agustus 2022

Tahap 5: paling lambat 2 November 2022

Pada tahap pertama, wilayah yang akan ditutup siaran analog dan transisi ke TV digital adalah beberapa kabupaten dan kota di provinsi berikut:

Aceh : Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh

Kepulauan Riau : Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang

Banten : Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang

Kalimantan Timur :Kabupaten Kutai, Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang

Kalimantan Utara : Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kabupaten Nunukan

Apa beda TV analog dan TV digital?

Menurut Kompas.com, Direktur Siaran Kominfo Geryantika Kurnia menyatakan bahwa baik TV analog maupun TV digital dapat diterima melalui antena terestrial.

Salah satu perbedaannya adalah sinyal yang ditransmisikan berupa sinyal analog dan sinyal digital.

“Saat diterima di TV, TV digital menunjukkan perbedaan kualitas gambar yang signifikan, dengan suara yang lebih jernih, tidak segrainy TV analog,” ujarnya.

Dikutip dari Lifewire, transmisi sinyal TV analog mirip dengan sinyal radio.

Di TV analog, sinyal video ditransmisikan dalam AM, dan audio ditransmisikan dalam FM.

Sayangnya, sinyal mungkin terganggu, tergantung pada jarak dan lokasi geografis TV yang menerima sinyal.

Selain itu, jumlah bandwidth yang dialokasikan untuk saluran TV analog membatasi resolusi dan kualitas gambar secara keseluruhan.

Berbeda dengan TV analog, TV digital mentransmisikan dalam bentuk data informasi bit, seperti data komputer pada CD atau DVD.

Sinyal digital terdiri dari 1 dan 0, yang berarti on atau off. Artinya jika TV terlalu jauh dari pemancar atau di lokasi yang tidak diinginkan, siaran TV tidak dapat diakses.

Perbedaan lainnya adalah transmisi TV digital mendukung format rasio aspek 16:9. Hal ini memungkinkan untuk menonton film dengan maksud pembuat film.

TV dengan rasio aspek 16:9 dapat menampilkan gambar layar tanpa menghabiskan terlalu banyak ruang gambar dengan bilah hitam di bagian atas dan bawah gambar layar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kerusakan pada AC Mobil Toyota

doktermobil.com – Saat sebelum Kamu melaksanakan service AC di bengkel AC Mobil, sangat tidak Kamu wajib ketahui tipe kerusakan yang terjalin pada AC...

Begini Jasa Fogging Disinfektan Menjalankan Tugasnya

Mencelikkan bernilainya melawan virus, bibit penyakit bersama jamur muncul di rumah Kalian, jasa penyemprotan disinfektan menerapkan aksi penghindaran yakni yang pas buat...

Aturan Minum Minum Pil KB Yang Benar

Pil KB Premium merupakan salah 1 trik menghindari kehamilan dengan efektivitas yang pas mahal. Jika trik minum pil KB dan peraturan pakai dilakukan dengan...

Tips Memilih Penerjemah Atau Jasa Terjemahan

Jasa Penerjemah Tersumpah Jakarta - Pilihan yang baik menghasilkan hasil yang terbaik Dengan tersebarnya penyedia layanan terjemahan di Internet, tentunya Anda harus mencari dan memilih...

Recent Comments